Rabu, 11 September 2013

_ HIDUP ?!?!? _

Sebenarnya cukup lucu ketika ada orang yang berkata.. “ kamu belum tahu apa-apa tentang hidup, kamu baru 21 tahun, pengalaman hidup kamu belum cukup. Belum tahu rasa asem dan manisnya kehidupan” lalu aku berpikir..

“lho lalu selama 21 tahun ini apa yang aku alami kalau bukan kehidupan? Pujian, hinaan bahkkan cacian pernah aku rasakan. Oh mungkin tidak seberat kalian, tapi bukankan kita hidup di dunia ini memang dengan jalannya masing-masing.

Menurut ku hidup itu benar seperti di panggung sandiwara, peran apapun yang kita dapat ya harus dimainkan secara maksimal agar semua yang melihatnya senang. Dan ketika kita berhadapan dengan sosok yang berperan  jahat, ya kita harus menjadi sosok baik agar bisa saling melengkapi.
Ada beberapa orang ketika dihadapkan dengan suatu persoalan sulit, maka mereka akan marah, bukan hanya marah dengan dirinya sendiri tapi juga bisa dengan lingkungan sekitarnya. Jujur ketika keadaan sulit menimpa ku, aku memilih untuk diam sejenak, lalu memilih untuk tidur. Aku tidak mau kesalahan yang aku buat dan kemarahan yang ada aku limpahkan ke orang lain.

“lalu bagaimana kalau dalam kamu kesulitan dalam menjalani tes, tidak mungkin akan tidur kan?”

Misalnya saat tes mengalami kesulitan, “mencoba untuk tenang, dan menjalankan peran sebaik-baiknya”. Hidup itu ada sebab dan akibat, dan tentunya harus siap dengan resiko yang ada. Sebelum kalian bertanya kepada orang lain, “kenapa kamu bisa menjawab soal itu” tanyalah pada diri seendiri “kenapa saya tidak bisa menjawab soal itu”.

Aku memang baru berusia 21 tahun, tapi untuk mencapai ke angka tersebut banyak perjalanan yang aku lewati. Senang, sedih, bahagia, menderita sudah dilewati untuk mencapai usia ke 21. Ada yang bilang, “ orang baik pasti cepat meninggal”, mungkin pendapat itu benar tapi yang namanya hidup siapa ada yang tahu selain Tuhan, sedetik kemudian  pun kita tidak tahu apa yang terjadi pada diri kita nantinyya. Menurutku, kita masih di biarkan hidup sampai sekarang karena Tuhan menginginkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik tentunya dengan jalan yang benar. Mainkan peranmu sebaik-baiknya, sebelum peran itu tidak ada atau di gantikan oleh orang lain. Selalu berpikir positif sesulit apapun keadaanmu, aku pernah membaca sebuah buku, seperti ini kalimatnya Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi. Ketika anda memikirkan pikiran”, pikiran” itu dikirim ke semesta, dan secara magnetis pikiran dan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali ke sumbernya-anda”


Tapi perlu di ingat ketika peran yang di dapat adalah peran jahat, bukan berarti kalian juga harus jahat, karena itu hanyalah sebuah peran. Kita sebagai manusia yang mempunyai akal sehat, harus cermat dalam menentukan pilihan hidup kita.      

0 komentar:

Poskan Komentar