Kamis, 12 April 2012

Harapan dan Impian..






Ketika saya hidup dalam ruang lingkup yang membuat saya mempunyai angan-angan besar, orang tua saya sering berkata seperti ini.. “ kalau kamu punya harapan atau mimpi jangan tinggi-tinggi karena kalau kamu jatuh itu pasti sakit banget ”, lalu saya menjawab pernyataan tersebut.. “bukannya Tuhan selalu bersama kita ?? Saya tahu Tuhan akan mendengar doa saya. Kalau kita berdoa dan mengingingkan hal yang kecil nanti doa yang terkabul kecil juga, maka dari itu saya mempunyai harapan dan mimpi yang besar. Seandainya Tuhan tidak mengabulkannya hari ini siapa tahu besok atau lusa terkabul. Kalau ada niat semua itu pasti ada jalankan untuk menuju ke tahap yang lebih tinggi”...


Saya tahu orang tua saya berbicara seperti itu untuk kebaikkan saya nantinya, tapi tidak ada salahnya kan kalau kita meyakini diri kita sendiri. Siapa lagi yang dapat memotivasi kita selain diri kita sendiri??


Teman, boleh ya saya cerita sedikit tentang pengalaman hidup saya. Jadi seperti ini ceritanya...
Ketika saya SD dulu yang namanya peringkat 1-5 tidak pernah terlewat, tapi dengan jumlah murid tidak lebih dari 20 orang, karena saya menginginkan yang lebih kelas 4 SD saya pindah ke sekolah yang lumayan banyak muridnya dan lumayan mempunyai nama di kalangan daerah rumah. Semester pertama saya lalui disana saya terkaget tiada tara, mengapa?? Karena nilai rapot ada yang kebakaran. Omelan pun tidak bisa dihindari, pada saat itu saya sangat merasakan perbedaan dari sekolah lama saya, mulai dari cara mengajar, tentang pelajaran yang saya tertinggal cukup jauh, pergaulan dan sebagainya, sangat terasa sekali perbedaannya. Saya melihat teman-teman baru saya sangat menikmati nilai mereka yang bagus-bagus, lalu saya berkata dalam hati  “okeh, aku juga mau seperti itu.. berkumpul dengan orang-orang pinter. Nggak mau di omelin lagi, mau dapet rengkin lagi di kelas” setiap ada ulangan saya belajar dengan giat. Sehabis pulang sekolah main, habis magrib belajar sampai jam 9 malam dan saya bangun sekitar jam 4 atau jam 5 subuh untuk belajar, dan itu berhasil. Ketika saya kelas 5, rapot yang kebakaran sudah berlalu berganti dengan nilai-nilai diatas 7, hahahha..



Pada saat kelas 6, keluarga saya berucap seperti ini “pilih sekolahan yang bener ya jangan yang mahal-mahal, di sekolah kakak aja ya lumayan bagus kok sekolahnya” lalu saya berucap
“ tapi aku maunya sekolah disana, bareng sama temen-temen.. pokoknya aku mau sekalah disana” walaupun tadinya di tentang tapi karena dapat membuktikan dengan usaha dan kerja keras alhasil saya bisa masuk sekolah itu. Pada saat saya SMP banyak sekali peristiwa yang membuat hati saya miris. Saya termasuk orang yang tidak mampu karena itu sekolah orang-orang elit dan kalau pembagian rapot yang namanya parkiran penuhhhhhhhh dengan mobil dan motor. Banyak sekali cacian yang saya terima, apalagi pada saat kelas 3, mulai dari menjelang UAN sampai pada saat pencarian sekolah benar-benar saya sedang di uji sama Sang Pencipta. 1 ucapan yang masih saya ingat sampai detik ini, ada seorang tetangga yang berucap seperti ini...
“ kamu nggak akan bisa masuk sekolah itu, sampai kamu jual rumah dan lainnya juga nggak bakal cukup untuk masuk situ. Biaya disana itu sangat mahal, nggak bakal mampu kamu” mungkin karena saya masih kecil dan saya diajarkan untuk hormat kepada orang yang tua, pada saat itu saya hanya dapat tersenyum, tapi kata-kata itu sangat menyakitkan bagi ibu saya lalu ia berkata “nak.. kita saat ini memang orang nggak punya tapi nanti kalau kamu jadi orang sukses yang punya banyak uang jangan pernah sombong sama siapa pun yah...” dan sampai detik ini ibu saya selalu menasihati anak-anaknya seperti itu. Oiya waktu itu saya ingat sekali saya pernah berucap seperti ini, “pokoknya nanti mau sekolah SMA nggak mau SMK, terus mau ambil jurusan IPA, terus mau kuliah di universitas yang lumayan punya nama terus mau ambil jurusan yang paling bagus di universitas itu, terus mau cari beasiswa sebanyak-banyaknya” lalu ada teman yang bilang seperti ini “emangnya dikira masuk SMA itu gampang?? Apalagi IPA?? Kan susah udah jangan yang aneh-aneh deh, yang biasa aja. Entar kalau udah kepingin banget terus nggak kesampaian gimana? Pakai acara pingin dapat beasiswa segala”, jujur ucapan itu sempat membuat saya drop, tapi saya tetap ingin  menunjukkan kalau saya tidak seremeh itu dan saya bisa. Pada akhirnya apa yang saya inginkan tercapai, masuk SMA dapat jurusan IPA dan di SMA itu saya dapat beasiswa selama 2 tahun berturut-turut. 1 kata “alhamdulillahhh J” . Pada saat memasuki perguruan tinggi, maupun awalnya ada sedikit tekanan batin yang tiada tara tapi saat ini saya sudah mulai menerima mengapa saya masuk universitas tersebut dan mengambil jurusan yang di unggulkan di universitas itu.


Teman... saya bercerita bukan karena ingin sombong atau apa. Saya hanya ingin berbagi dan menekankan, semua yang kita harapkan atau impikan bisa terwujud asalkan kita menginginkannya dan kita berusaha mewujudkan hal itu.


Pada saat saya SD menginginkan peringkat yang dulu pernah saya miliki kembali dan masuk sekolah yang saya impikan, itu benar terwujud. Pada saat SMP saya ingin masuk SMA, ambil jurusan IPA lalu dilanjutkan angan-angan masuk perguruan tinggi dan mendapatkan beasiswa, semua hal itu terwujud sekarang.
Teman seperti tulisan sebelumnya, “apa yang terjadi pada kehidupan saya saat ini adalah keinginan saya dimasa lalu” walaupun ada beberapa keinginan yang idak dapat terwujud dan membawa saya pada kehidupan sekarang saya sangat percaya pada Tuhan... Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hambanya melalui berbagai cara.


Walaupun ada kalimat “manusia tidak ada puasnya” tapi saya akan berusaha untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan untuk saya.
Teman... jangan pernah takut atau malu untuk mengungkapkan harapan dan impian kita kepada siapapun. Karena saya yakin pada saat kita mengucapkan harapan dan impian kita, sesungguhnya didalam hati kecil kita yakin, bahwa hal itu bisa terwujud. Dan satu hal yang perlu diingat dan mungkin sering di ucapkan oleh orang-orang besar diluar sana seperti Agnes Monica dan Mario Teguh dan termasuk orang tua saya....


“UNTUK APA MENGHARAPKAN ATAU MENGIMPIKAN SESUATU YANG KECIL KALAU KITA BISA MENDAPATKAN YANG BESAR??”

0 komentar:

Poskan Komentar