Sabtu, 11 Desember 2010

Permasalahan TKI

Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Permasalahan TKI”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Sosial Dasar”

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusuni mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta, Desember 2010

Penulis


DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

Bab II Pembahasan

2.1. Alasan orang bekerja ke luar negeri

2.2. Permasalahan yang sering terjadi pada TKI

2.3. Keuntungan

2.4. Kerugian

Bab III Penutup

3.1. Kesimpulan

3.2. Saran


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini, kita sebagai manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan baik sandang, papan dan pangan. Mengingat kebutuhan yang semakin banyak dan mengingat harga-harga yang semakin mahal, seseorang rela untuk berbuat apa saja demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Banyak warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagai TKI ( Tenaga Kerja Indonesia ) atau sebutan bijaknya adalah “Pahlawan Devisa”. Namun, sebutan itu tidak sepadan dengan apa yang terjadi. Bayak perlakuan buruk yang dialami oleh para TKI, baik pada saat mereka bekerja disana atau pada saat mereka masih di Indonesia. Para TKI memang pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah pada tahun 2006, tetapi dalam kenyataannya, TKI menjadi ajang pungli bagi para pejabat dan agen terkait. Bahkan di Bandara Soekarno-Hatta, mereka disediakan terminal tersendiri (terminal III) yang terpisah dari terminal penumpang umum. Pemisahan ini beralasan untuk melindungi TKI tetapi juga menyuburkan pungli, termasuk pungutan liar yang resmi seperti pungutan Rp.25.000,- berdasarkan Surat Menakertrans No 437.HK.33.2003, bagi para TKI yang pulang melalui Terminal III wajib membayar uang jasa pelayanan Rp25.000. (saat ini pungutan ini sudah dilarang). Tak jarang para pahlawan devisa itu pulang dengan tangan kosong dan mereka pulang dengan penuh penderitaan.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut:

· Menambah wawasan kita sebagai warga negara Indonesia.

· Meningkatkan kesadaran, bahwa kita harus peduli antar sesama manusia



BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Alasan orang bekerja ke luar negeri

Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan harga-harga yang semakin meningkat, membuat orang nekat. Banyak orang Indonesia yang hijrah ke negara orang, tak jarang orang-orang pintar di negeri ini memilih untuk bekerja di luar negeri daipada bekerja di negeri sendiri, mengapa demikian?

Pertama, karena pada saat mereka bekerja di Indonesia antara pekerjaan dan upah sangat tidak sepadan. Bahkan ada istilah "biar jadi pengemis di negara orang lain, asal di negara sendiri jadi raja minyak".

Kedua, mereka yang memilih bekerja di luar negeri, adalah mereka yang melihat peluang masa depan yang lebih menjanjikan, Indonesia masih ketinggalan jauh dengan negara-negara yang lain.

Ketiga, jerih payah mereka, kerja keras mereka lebih dihargai pada saat mereka berada di luar negeri dibandingkan dinegari sendiri.

Keempat, mereka yang memilih bekerja diluar negeri dikarenakan ingin adanya peningkatan kesejagteraan keluarga atau bahkan ingin mencari modal untuk membuka usaha di Indonesia yang nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

2.2. Permasalahan yang sering terjadi pada TKI

Mengingat banyak sekali permasalah yang terjadi mengenai para TKI, berikut ini ada beberapa permasalahan yang sering terjadi para TKI diantanya:

1. Dokumen jatidiri asli tetapi tak jarang banyak yang palsu

2. Banyaknya pungutan liar baik di dalam negeri atau di luar negeri.

3. Banyaknya seftifikat yang di palsukan agar bisa secepatnya menjadi TKI.

4. Asuransi tidak dibayar sesuai dengan kesepakatan dan dibayar melalui PPTKIS

5. Proses penampungan melanggar ketentuan dan tidak manusiawi

6. Penempatan TKI yang tidak tepat dan tidak termonitor

7. Penganiayaan dan pelecehan seksual

8. Upah yang dibayar oleh majikan tidak sesuai dengan kesepakatan

9. Banyak yang dideportasi karena bekerja ilegal atau selesai masa kontrak atau overstay.

10. Proses pemulangan menjadi obyek pemerasan atau pemerkosaan atau pembunuhan.

11. Manajemen pelayanan pemberangkatan dan pemulangan di terminal III kurang optimal.

2.3. Keuntungan

Terkadang menjadi TKI/TKW mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan. Tak jarang para TKI dapat membiayai keluarganya yang berada di Indonesia dan tak jarang para TKI mendapatkan peningkatan status social. Upah yang diterima oleh para TKI adalah mata uang asing sehingga apabila di jadikan rupiah maka hasilnya sangat besar. Para TKI juga akan mendapatkan wawasan yang luas karena mereka berhubungan langsung dengan orang yang berbeda Negara. Selain mendapatkan masalah social mereka juga mendapatkan ilmu bahasa asing yang sangat membantu untuk meningkatkan kualitas untuk diri mereka. Hal itu dapat juga dipergunakan apabila para TKI pulang ke Indonesia, karena mereka dapat membuka kursus bahasa yang mereka ketahui.

2.4. Kerugian

Selain keuntungan yang didapat, tidak sedikit pula kerugian yang didapat oleh para TKI. Banyak biaya yang keluar seperti, biaya perjalanan,pembuatan passport dan dokumen-dokumen lainnya, yang mengakitbatkan mereka harus berhutang untuk memenuhi itu semua. Disisi sosial banyak TKI yang stres kerena jauh dari keluarga dan tak jarang hubungan keluarga para TKI pun menjadi kurang harmonis. Para TKI pun banyak yang diperlakukan tidak manusiawi saat bekerja. Banyak TKI yang pulang dengan keadaan yang mengenaskan bahkan mereka pulang hanya tinggal nama.



BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah ada dapat disimpulkan bahwa, permasalah yang terjadi di negeri ini cukup serius terutama masalah Tenaga Kerja Indonesia. Himpitan ekonomi ternyata menjadi faktor utama mengapa warga negara kita banyak yang nekat untuk bekerja diluar negeri, padahal mereka mengetahui resikonya sangat besar.

3.2. Saran

Dari pembahasan yang telah ada dapat saya sarankan:

1. Pemerintah diharapkan memberi bantuan berupa wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar warga negara tidak menjadi pengangguran yang mengakibatkan mereka nekat menjadi TKI

2. Memperhatikan daerah-daerah terpencil agar berwawasan luas

3. Diperlukannya penyeleksian TKI agar yang dikirim keluar negeri adalah tenaga kerja yang terampil.

4. Bagi para tenaga kerja yang ingin menjadi TKI sebaiknya dari lembaga-lembaga atau agen-agen resmi, agar tidak tertipu oleh oknum-oknum yang jahil.



DAFTAR PUSTAKA

http://catatanpujangga.blogdetik.com/2009/08/06/kesempatan-kerja-di-luar-negeri/

www.wikipedia.com

www.google.com

http://kangalimursyid.blogspot.com/2007/05/untung-rugi-menjadi-tkitkw.html

http://kampungtki.com/baca/14783

0 komentar:

Poskan Komentar