Senin, 07 Maret 2011

Manusia dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN




NAMA : ERNA ROHMAWATI

NPM : 52410414

KELAS : 1IA09

· Pengertian penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya?. Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya.

http://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertian-penderitaan/



· Pengertian siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

journal.mercubuana.ac.id/data/bhn-IBD-4.doc


·

Siksaan yang bersifat psikis/fisik

a. Kebimbangan

Kebimbangan adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang memiliki ketahanan yang kuat, akan cepat mengatasi masalah. Maka berpegang teguhlah pada Tuhan.

b. Kesepian

Kesepian aalah situasi di mana seseorang merasa sepi dalam dirinya sendiri, merasa sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Untuk menghindari rasa kesepian dalam diri kita, kita harus mencari teman atau sahabat untuk menemani kita, mendengarkan kisah kita, atau kita harus menyibukan diri dengan berbagai aktivitas.

c. Ketakutan

Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. banyak penyebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan , antara lain :

ü Claustrophobia dan Agoraphobia

Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.

Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.

ü Gamang merupakan ketakutan seseorang bila berada di tempat yang tinggi. Atau biasanya disebabkan karena trauma.

ü Kegelapan merupakan ketakutan seseorang bila berada ditempat gelap.

ü Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.

ü Kegagalan merupakan ketakutan seseorang disebabkan karena merasa

aisriska.files.wordpress.com/2007/04/makalah-ibd.doc

· Kekalutan mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

· Gejala seseorang mengalami kekalutan mental

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :

1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.

2. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.



· Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah Blockquote

1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani

2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative

3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan

· Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental

1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna

2. Terjadinya konflik sosial budaya

3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :

1. agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya

2. regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan

3. fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu

4. proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain

5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya

6. narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain

7. autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.

· Proses kekalutan mental

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah:
a. Positif :

trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.

b. Negatif :

trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

Bentuk –bentuk frustasi

1. Agresi 5. Identifikasi

2. Regresi 6. Narsisme

3. Fiksasi 7. Autisme

4. Proyeksi

http://nono-retnosucianiblogspotcom.blogspot.com/2010_05_01_archive.html

Opini

Menurut pendapat saya penderitaan adalah salah satu bentuk cobaan yang diberikan Tuhan untuk kita. Dari cobaan itu pasti Tuhan mempunyai rencana lain untuk kita. Rencana dalam hidup, sebuah takdir yang nantinya bisa membawa kita dalam sebuah kenikmatan baik di dunia maupun di akhirat. Penderitaan yang kita alami belum tentu bencana untuk kita. Sebagai manusia seharusnya kita selalu bersyukur, termasuk bersyukur kalau mendapatkan cobaan dari Tuhan. Sebab menurut saya, Tuhan memberikan kita cobaan karena Tuhan tahu kalau kita bisa melewatinya. Mungkin Tuhan memberikan cobaan untuk kita agar kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Kita tidak pernah tahu apa takdir Tuhan untuk kita selanjutnya. Penderitaan yang kita alami belum tentu dapat dirasakan oleh orang lain, begitu juga sebaliknya ketika seseorang mengalami sebuah penderitaan belum tentu kita dapat merasakan penderitaan tersebut.

Didalam hidup ini manusia pasti diberikan sebuah penderitaan baik lahir maupun batin. Hal itu sudah menjadi resiko kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Janganlah kita mengeluh dengan keadaan kita sekarang, karena di dunia ini kita diciptakan bukan untuk mengeluh tapi untuk belajar bagaimana cara hidup yang tentunya masih mengikuti ajaran agama. Bersabarlah dalam setiap kebingungan, bersabarlah dalam setiap kelelahan dalam hidup dan bersabarlah dalam setiap penderitaan yang kita alami. Percayakanlah hidupmu kepada sang pencipta, karena sesungguhnya kita sedang diuji untuk memuliakan diri kita di hadapanNya. Seandainya kita mempunyai masalah atau sebuah penderitaan yang menurut kita tidak ada ujungnya, janganlah patah semangat. Boleh bersedih dan silahkan menangis sekencang-kencangnya, tapi setelah itu segeralah hapus air mata kita. Jangan biarkan air mata itu membayangi setiap penderitaan yang kita alami. Dalam setiap penderitaan yang kita alami never say “God, i have problem” but always say “problem, i have God”.....

0 komentar:

Poskan Komentar